Menangkap Spirit Tahun Baru Islam




Dalam Kitab Tarikh Umam wal Muluk, yang ditulis Jarir At Thobari disebutkan, pada waktu Umar bin Khattab menjadi kepala negara di Madinah, banyak daerah yang ditaklukan, seperti Mesir, Irak atau Mesopotamia, Yaman, Persi, Syiria, Turki. Sementara pusat pemerintahannya berada di Kota Madinatul Munawarah.

Selama Umar menjadi kepala negara, beliau mengangkat beberapa gubernur di antaranya Muawiyyah diangkat menjadi Gubernur Syiria, termasuk wilayahnya adalah Yordania, Amru bin Ash Gubernur Mesir. Musa Al As’ari Gubernur Kuffah. Mu’adz bin Jabal Gubernur Yaman. Abu Hurairah Gubernur Bahrain.


Ketika tahun kelima kepemimpinan Umar, dia mendapat surat dari Musa Al As’ari Gubernur Kuffah. Isi suratnya sebagai berikut:” Gubernur Musa Al As’ari telah menulis surat kepada Umar bin Khathab. Sesungguhnya telah sampai kepadaku dari kamu beberapa surat-surat tetapi surat-surat itu tidak ada tanggalnya”.

Kemudian Khalifah Umar mengumpulkan para shahabat yang ada di Madinah untuk musyawarah. Di dalam musyawarah itu dibicarakan rencana membuat tanggal atau kalender Islam. Di dalam musyawarah muncul bermacam perbedaan. Di antaranya ada yang berpendapat sebaiknya tarikh Islam dimulai dari tahun lahirnya Nabi Muhammad SAW. Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasulullah. Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari Rasulullah Israk Mikraj. Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari wafatnya Nabi Muhammad SAW. Sayyidina Ali berpendapat, sebaiknya kalender Islam dimulai dari tahun hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Akhirnya musyawarah yang dipimpin Umar bin Khathab sepakat memilih awal yang dijadikan kalender Islam adalah dimulai dari tahun hijriyah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Kemudian kalender Islam tersebut dinamakan Tahun Hijriyah.

Umar bin Khathab dan para sahabat-sahabatnya menetapkan awal bulan hijriyah adalah Muharam bukannya Rabi’ul Awwal adalah semata-mata memandang bahwa Muharram adalah bulan yang mula-mula Nabi berniat untuk berhijrah. Selain itu di bulan Muharam ini pulalah para jamaah haji baru selesai mengerjakan ibadah haji dan pulang ke negerinya masing-masing. Dengan adanya keputusan yang demikian itu, seolah-olah hijrah Nabi jatuh pada bulan Muharam dan dipandang patut sebagai permulaan tahun baru Islam.

Sangatlah tepat tindakan Umar memilih momen hijrah Nabi sebagai titik bermulanya perhitungan kelender Islam. Bukan memilih kelahiran Nabi yang saat itu belumlah menjadi seorang Nabi melainkan hanya baru seorang bayi, tindakan Khalifah Umar sesuai dengan prinsip Islam di mana penghargaan berdasarkan kepada prestasi kerja. Hijrah Nabi adalah prestasi kerja yang luar biasa sekali, karena dia merupakan pencapaian yang gemilang dan terbilang dari baginda, makanya pantas mendapatkan rewards untuk kemudian diabadikan dalam sistim kelender Islam. Penetapan tahun baru Islam ini juga bertolak belakang dari tradisi jahiliyyah yang berdasarkan momen kelahiran, atas pertimbangan sektarian, sarat muatan primordialisme.

Secara harfiah hijrah bermakna pindah, dan menurut istilah mengandung dua makna yaitu hijrah makani (tempat), dan hijrah maknawi (nilai). Hijrah makani bentuknya adalah hijrah secara fisik, yaitu berpindah dari tempat yang kurang baik ke tempat yang baik, dari negeri kafir ke negeri Islam. Sedangkan hijrah maknawi bermakna berpindah dari nilai yang kurang baik menuju nilai yang baik, dari kebatilan menuju kebenaran, dari ke kafiran menuju keislamaan. Ringkasnya hijrah kepada tuntutan Allah dan Rasulnya. Ibnu Qayyim menyatakan inilah hijrah hakiki itu, karena hijrah fisik adalah refleksi dari hijrah maknawi itu sendiri.

Atmosfer Tahun Baru Islam
Iktibar konkret dari peristiwa hijrah adalah pengorbanan yang dilakukan Nabi beserta para sahabat baik itu pengorbanan fisik seperti siksaan, hinaan, cercaan dari kafir Quraisy di Makkah. Mereka meninggalkan sesuatu yang dicintai yaitu harta, anak, istri, usaha dan pekerjaan yang telah susah payah mereka rintis, untuk kemudian semuanya itu ditinggalkan dan berpindah ke wilayah asing yang sarat tantangan dan spekulasi, namun ternyata kecintaan mereka terhadap Nabi jauh lebih di atas kecintaan mereka terhadap dunia dan segala keindahan yang ada di dalamnya. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa kepentingan agama harus dijadikan perioritas utama dari urusan-urusan dunia yang tidak akan pernah habis-habisnya.

Selayaknya sejarah penetapan tahun baru Islam, sebagai hari bersejarah itu, kita jadikan sebagai awal untuk memperbaiki diri, hijrah dari yang buruk menjadi lebih baik. Sebenarnya, setiap memasuki tahun baru, usia masing-masing orang berkurang. Apa pun dasar dan alat perhitungannya. Karenanya, sewajarnya setiap pertambahan usia membuat siapa pun menjadi lebih arif, lebih dewasa. Dan setiap menghadapi pergantian tahun hijriah, seharusnya mendorong siapa pun mengoreksi diri, kemudian berupaya mencapai hasil atau prestasi lebih baik dibanding sebelumnya.

Memang kita bisa merasakan perbedaan peristiwa penyambutan tahun baru Masehi dan tahun baru Islam (Hijriah). Kebetulan tahun 2008 ini ada dua tahun baru yang dirayakan dan pergantian tahunnya hampir berdekatan dan hanya dua hari saja selisihnya yaitu tahun baru Islam yang dirayakan pada 29 Desember dan tahun baru Masehi pada malam 31 Desember 2009, tentunya memiliki perbedaan yang signifikan dan atmosfer nyapun tentu tidaklah sama. Di sini umat Islam dapat melihat seberapa tinggi kecintaan mereka terhadap tahun hijriah dibanding tahun baru masehi.

Indikasinya tentu adalah apabila tahun baru Islam disambut biasa-biasa saja, jauh dari suasana meriah, maka alhasil lunturlah dan sirnalah kemuliaan dan kecintaan kita terhadap baginda Nabi Muhammad SAW. Jika pada tahun baru Masehi kita menyambutnya dengan meriah, meniup terompet, kompoi-kompoi di jalan raya, pesta kembang api, konser musik, berdua-duaan tanpa ada ikatan pernikahan, meramaikan kafe dan tempat-tempat hiburan, berarti kita sudah menjadi bagian dari jahiliyah. Semua ini kembali pada pribadi kita selaku umat Islam.***

0 komentar:

Best Blogspot Templates 2013